Epistemologi

Perbedaan Analitis / Sintetik

Feelsafat.com – Perbedaan analitik/sintetik secara historis dimotivasi oleh sejumlah isu. Immanuel Kant secara eksplisit menarik perbedaan seperti yang telah dikenal sejak itu. Pernyataan sintetik sering dipahami sebagai pernyataan faktual yang diketahui oleh pengalaman. Sebaliknya, beberapa pernyataan tampaknya dapat diketahui dengan akal semata, tanpa menarik pengalaman indera. Pernyataan seperti itu disebut apriori. […]

Read More

Verifikasionisme : Pengertian, dan Pemikiran Positivisme Logis

Feelsafat.com – Verifikasionisme adalah doktrin bahwa proposisi hanya bermakna secara kognitif jika dapat ditentukan secara definitif dan konklusif sebagai benar atau salah (yaitu dapat diverifikasi atau dapat dipalsukan). Verificationism adalah tesis sentral dari positivisme logis , sebuah gerakan dalam filsafat analitik yang muncul pada 1920-an oleh upaya sekelompok filsuf yang […]

Read More

Skeptisisme : Pengertian, Sejarah Perkembangan Skeptisisme

Feelsafat.com – Skeptisisme adalah posisi filosofis bahwa seseorang harus menahan diri dari membuat klaim kebenaran, dan menghindari postulasi kebenaran akhir. Sejarah Skeptisisme Skeptisisme adalah sikap filosofis dari klaim pengetahuan yang meragukan yang ditetapkan dalam berbagai bidang. Para skeptis telah menantang kecukupan atau keandalan klaim ini dengan menanyakan apa yang menjadi dasar atau […]

Read More

Saintisme : Pengertian dan Perdebatannya dengan Agama

Feelsafat.com – Saintisme adalah keyakinan bahwa ilmu pengetahuan alam memiliki otoritas atas semua interpretasi kehidupan lainnya, dan bahwa metode ilmu alam membentuk satu-satunya elemen yang tepat dalam penyelidikan filosofis (atau lainnya). Dalam  Encyclopedia of Science and Religion , dia menulis bahwa, meskipun doktrin yang digambarkan sebagai saintisme memiliki banyak kemungkinan […]

Read More

Representasionalisme : Pengertian dan Filsafat

Feelsafat.com – Representasionalisme adalah posisi filosofis bahwa dunia yang kita lihat dalam pengalaman sadar bukanlah dunia nyata itu sendiri, tetapi hanya replika realitas virtual miniatur dari dunia itu dalam representasi internal. Dengan demikian, kita hanya mengetahui ide-ide atau interpretasi kita terhadap objek-objek di dunia, karena penghalang (atau tabir persepsi) antara pikiran […]

Read More