Kecanduan dan Ketergantungan dalam Sosiologi

Istilah seperti kecanduan dan ketergantungan sering digunakan untuk menggambarkan pola penggunaan narkoba.

Namun, tidak ada definisi universal dari istilah-istilah ini dan mereka sering digunakan secara tidak konsisten dan dapat dipertukarkan.

Akibatnya, sulit untuk memperkirakan jumlah pengguna narkoba yang dapat digambarkan sebagai kecanduan atau ketergantungan.

Kecanduan dan Ketergantungan
Kecanduan dan Ketergantungan

Ketergantungan cenderung mengacu pada ketergantungan pada obat tertentu atau obat-obatan, yang telah berkembang sedemikian rupa sehingga memiliki dampak yang parah dan berbahaya pada pengguna narkoba individu.

Istilah ini menyiratkan bahwa pengguna narkoba tidak dapat menghentikan penggunaan narkoba tanpa menimbulkan efek samping.

Ketergantungan dapat merujuk pada ketergantungan fisik dan/atau emosional dan pengguna narkoba dapat mengalami salah satu atau kedua bentuk tersebut.

Pengguna narkoba dapat menjadi ketergantungan secara fisik pada narkoba, sehingga melanjutkan penggunaan narkoba mereka untuk menghindari ketidaknyamanan fisik penarikan.

Mereka juga bisa menjadi tergantung secara emosional pada obat-obatan; misalnya, mengandalkan penggunaan narkoba untuk mencari kesenangan atau menghindari rasa sakit.

Ruang lingkup obat (pusat independen yang berbasis di Inggris untuk keahlian tentang obat-obatan) menunjukkan bahwa istilah kecanduan secara misterius terkait dengan reaksi masyarakat terhadap pengguna narkoba, dan berpendapat bahwa ada konsensus yang muncul bahwa istilah ketergantungan lebih disukai.

Sosiolog telah berpengaruh dalam menyoroti pentingnya reaksi masyarakat terhadap penggunaan narkoba.

Menggambar pada wawasan interaksionisme simbolik, studi klasik Howard Becker Outsiders: Studies in the Sociology of Deviance (1963) menarik perhatian pada proses di mana individu menjadi pengguna narkoba dalam subkultur yang menyimpang.

Menggunakan gagasan karir, ia menyoroti bagaimana pelabelan individu sebagai menyimpang oleh publik dan agen kontrol sosial (termasuk lembaga peradilan pidana dan profesional medis) membantu meningkatkan tingkat penggunaan narkoba.

Dia berpendapat bahwa dengan menempelkan label stigma pada pengguna narkoba, individu merespons identitas baru ini.

Penelitian berpengaruh lainnya, seperti The Drugtakers karya Jock Young, ia berperan sebagai media dalam memperkuat penggunaan narkoba.

Analisis sosiologis penggunaan narkoba telah memainkan peran penting dalam menantang medikalisasi apa yang disebut perilaku menyimpang.

Para sosiolog telah menentang praktik yang mengacu pada penggunaan narkoba sebagai penyakit dengan implikasi bahwa hal itu dapat disembuhkan melalui perawatan medis.

Secara khusus, sosiolog feminis sangat kritis terhadap pendekatan ini, yang gagal mengenali hubungan antara posisi subordinat perempuan dalam masyarakat dan penggunaan obat-obatan terlarang.