Deisme : Pengertian, Aliran, dan Filsafat

Apa itu Deisme?

Deisme adalah salah satu bentuk keyakinan Monoteisme yang meyakini bahwa terdapat satu tuhan yang ada, tetapi Tuhan tidak campur tangan terhadap yang ada di dunia, atau mengganggu kehidupan manusia dan hukum alam semesta yang telah ada. 

Pengertian Deisme

Atau dengan kata lain pengikut deisme percaya bahwa setelah tuhan menciptakan dunia kemudian tuhan akan mengizinkan dunia berjalan sesuai dengan hukum alam yang telah menyertainya dan tuhan tidak akan ikut mengintervensi lagi ciptaannya.
Deisme mempercayai adanya keberadaan dan sifat Tuhan dari akal dan pengalaman subjektif atau pribadi , yang dari hal tersebut kemudian seseorang akan mengandalkan wahyu atau pesan tuhan yang ada di dalam kitab suci,yang deist lihat sebagai interpretasi yang dibuat oleh manusia lain dan bukan sebagai sumber yang berwibawa atau dari kesaksian orang lain.
deisme adalah,deisme panteisme dan eklektisme,deisme kbbi,deisme dan agnostik,deisme adalah brainly,deisme indonesia,deisme pdf,deisme menurut agama kristen,deisme agnosticisme,deisme achterberg,séisme en anglais,déisme agnostique,deis adalah,arti deisme panteisme dan eklektisme
Deisme sendiri sangat berlawanan dengan Fideisme yang memandang bahwa keyakinan agama bergantung pada iman atau wahyu , bukan pada akal.
Para Deists (sebutan untuk seseorang yang mempercayai konsep Deisme) biasanya akan menolak peristiwa supernatural (misalnya nubuatan, mukjizat, keilahian manusia, dan konsep Tritunggal), dan mereka akan menganggap iman mereka sebagai kepercayaan alamiah manusia yang sebenarnya kontras dengan agama yang diturunkan oleh Tuhan atau yang dibuat secara artifisial oleh manusia.
Deists tidak memandang Tuhan sebagai entitas dalam bentuk manusia,akan tetapi mereka percaya bahwa seseorang tidak dapat mengakses Tuhan melalui agama yang terorganisir atau rangkaian ritual, sakramen atau praktik lainnya kemudian mereka juga tidak percaya bahwa Tuhan telah memilih umat pilihan (misalnya umat Yahudi) untuk menjadi penerima wahyu khusus,nubuat, atau apa pun yang bermakna hadiah yang berasal dari tuhan dan karena mereka memandang Tuhan telah meninggalkan ciptaan-Nya.
Selain konsep doa untuk memohon/meminta juga tidak masuk akal bagi mereka, kecuali doa yang dimaksudkan untuk mengungkapkan penghargaan manusia kepada Tuhan atas pekerjaan-Nya.

Sejarah Deisme

Munculnya konsep deisme diduga dikemukakan oleh Heraclitus dan Plato , namun deisme mulai mendapatkan popularitas di kalangan teolog alam abad ke-17 Inggris dan Prancis, yang menolak wahyu Tuhan yang khusus atau supernatural.
Penemuan gravitasi universal Isaac Newton yang menjelaskan perilaku benda-benda di bumi dan benda-benda di langit dan mempromosikan pandangan dunia di mana alam semesta dikendalikan oleh hukum alam.
Kemudian, pada gilirannya, menyarankan sebuah teologi di mana Tuhan menciptakan alam semesta, membuatnya bergerak dengan dikendalikan oleh hukum-hukum alam, dan kemudian tidak ikut campur lagi.
Sedangkan penggunaan pertama dari istilah “deism” dalam bahasa Inggris sendiri berasal dari awal abad ke-17.
Lord Herbert dari Cherbury umumnya dianggap sebagai “bapak deisme Inggris” dan bukunya De Veritate dianggap sebagai sebagai pernyataan besar pertama tentang deisme. 
Kemudian deisme mulai berkembang pesat di Inggris antara tahun 1690 dan 1740, dan kemudian mulai menyebar ke Prancis, terutama melalui karya Voltaire , ke Jerman dan ke Amerika.
John Locke sendiri meskipun tidak mengakui dirinya sebagai deists, namun bukunya An Essay Concerning Human Understanding merupakan titik tolak yang cukup besar dalam sejarah perkembangan deisme.

Jenis – Jenis Deisme

1. Pandeisme

Pandeisme adalah keyakinan bahwa Tuhan mendahului alam semesta dan menciptakannya , namun setelah diciptakan seiring berjalannya waktu ciptaannya tersebut setara dengan-Nya.
Pandeisme merupakan gabungan dari Deisme dan Pantheisme. Pandeisme berpendapat bahwa Tuhan adalah kekuatan atau entitas yang sadar dan hidup yang merancang dan menciptakan alam semesta, yang bekerja melalui mekanisme yang ditetapkan sebagai bagian dari ciptaan. Dengan demikian, Tuhan menjadi makhluk yang tidak sadar dan tidak responsif dengan menjadi alam semesta.

2. Panendeisme

Panendeisme merupakan gabungan dari Deisme dan Panenteisme.
Panendeisme berpendapat bahwa alam semesta adalah bagian dari Tuhan, tetapi tidak semuanya, dan bagian dari tuhan ini dianggap bekerja sesuai dengan mekanisme alam tanpa perlu campur tangan Tuhan, sekilas panendeisme ini mirip dengan konsep Penduduk Asli Amerika tentang Roh Agung yang tersebar di mana-mana.

3. Poldeisme

Poldeisme adalah keyakinan yang mempercayai bahwa terdapat banyak Tuhan , tetapi Tuhan – Tuhan ini tidak mengganggu alam semesta.
Poldeisme sendiri merupakan gabungan dari Deisme dan Politeisme.

Rekomendasi Video Deisme

Baca Juga:  Abolisionisme : Pengantar Filsafat