Thales : Biografi,Pemikiran,dan Karyanya

Thales | Biografi, Pemikiran, dan Karya

Biografi Thales

Thales dilahirkan dan tinggal di Miletus (Sekarang wilayah turki) pada tahun 620 SM.
Dia adalah seorang filsuf,matematikawan,dan saintis.
Dalam filsafat ia dikenal sebagai Bapak Filsafat Yunani Kuno yang mengawali timbulnya filsafat dalam masyarakat Yunani kuno.
Ia juga orang yang pertama kali mencoba mendobrak tradisi Yunani kuno dan mesir kuno.
Sulit sekali mengetahui biografi dan pemikiran – pemikirannya secara menyeluruh dikarenakan ia tidak pernah menulis buku selama hidupnya.
Adapun informasi mengenai dirinya diperoleh melalui buku -buku murid – muridnya dan paling banyak ditulis oleh Phytagoras dan Aristoteles.
Ia juga mendirikan sekolah filsafat alam Milesian dan bersama murid – muridnya,ia mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan dibidang filsafat,matematika dan sains.
Kemudian ia meninggal pada tahun 546 SM.

Pemikiran Thales

Air adalah Substansi Fundamental Pembentuk Segala Hal

Thales berpendapat bahwa air adalah unsur yang membentuk segala hal yang ada didunia ini dan segala sesuatu yang hancur akan kembali menjadi air lagi.
Bagi thales air memiliki sifat serta potensi dimana air dapat berubah menjadi banyak hal baik itu dalam hal botani,fisiologis,meteorologis maupun geologis.
Menurut thales,air menunjukkan perubahan yang lebih masuk akal dan lebih jelas daripada unsur atau elemen – elemen lainnya karena dapat menjadi padat,menguap serta menjadi cair.
Sebenarnya pemikiran thales ini bisa ditelusuri alurnya karena ia juga hidup ditepi pantai miletus dan juga pernah bepergian ke mesir kuno ditepi sungai nil,dimana disana ia mengamati bagaimana air dapat membuat kehidupan.
Selain itu menurutnya  seluruh bumi ini berada diatas air,dan apabila air ini bergetar atau bergelombang maka akan menyebabkan gempa di bumi yang ada diatasnya.
Bentuk Bumi Thales
Terlepas teorinya yang kontroversi,namun ia adalah pemikir pertama yang berusaha mencari jawaban atas permasalahan dan pertanyaan melalui akal pikiran dan observasi.
Bagi thales air juga memiliki potensi dalam memelihara serta menghasilkan alam semesta,bahkan matahari dan bintang – bintang menurutnya berasal dari penguapan air.

Kritik Terhadap Mitologi

Thales adalah seorang pemikir yang orisinal.
Dimana semasa ia hidup,ia sangat mengkritik budaya – budaya tradisional yang ada didalam masyarakat.
Ia melihat masyarakat yang masih bergantung kepada mitos ilahi dalam menjawab berbagai persoalan yang ada ditengah masyarakat
Pemikirannya ini adalah bentuk kritik terhadap orang mesir kuno dan Yunani kuno yang mencari dan menjawab suatu permasalahan berdasarkan mitos yang ada.
Contohnya saat hujan tidak turun,maka orang Yunani kuno beranggapan bahwa dewa zeus tengah marah.
Hal – hal seperti inilah yang dikritik oleh thales pada waktu itu.
Aristoteles sendiri menilai bahwa sahnya thales ini adalah seseorang yang sangat berbeda.
Dimana menurutnya thales adalah orang tidak kuno dan primitif,karena thales berusaha memberikan metode ilmiah yang baru dan menarik dalam melihat dan menjawab suatu fenomena alam yang terjadi.
Maka dari itu tidak heran apabila ia juga disebut sebagai Pendiri Filsafat Alam.

Matematika

Ia juga adalah ilmuwan matematika yang sangat berjasa.
Karena ia telah menemukan berbagai hal dibidang matematika.
Ia adalah orang pertama yang merumuskan konsep diameter yakni garis yang membagi lingkaran menjadi dua melalui titik pusatnya.
Kemudian ia juga yang menemukan besaran dari sudut – sudut alas segitiga itu sama dengan kaki.
Ia juga orang yang merumuskan bahwa sudut – sudut vertikal terbentuk dari dua garis sejajar yang dipotong oleh garis lurus menyilang yang sama besarnya.
Kemudian sudut dalam setengah lingkaran adalah sudut kanan.
Penemuan – penemuannya tersebut dewasa ini lebih dikenal sebagai Teorema Thales.
Ia juga orang pertama yang merumuskan tinggi piramida mesir kuno dengan mengukurnya melalui bayangan piramidanya,hal ini ia rumuskan setelah ia mampu mengukur tinggi tubuhnya melalui bayangannya sendiri.
Selain itu ia juga memiliki keahlian dalam hal pengukuran tanah setelah bidang tanah dirusak oleh genangan air.
filsafat thales pdf,filsafat thales kosmologi,jurnal filsafat thales,teori filsafat thales,makalah filsafat thales,thales filosof fakta,filsafat alam thales anaximandros anaximenes,filsafat alam thales,filsafat bahasa thales,filsuf thales,filsafat menurut thales,pemikiran thales tentang filsafat,thales adalah,thales filsuf yunani

 

Astronomi

Ia juga orang pertama yang berhasil memperkirakan terjadinya gerhana matahari pada 28 mei tahun 585 SM.
Pada waktu itu tengah terjadi perang antara Media dan Lydia di Miletus.
Kemudian tiba – tiba langit siang hari menjadi gelap sehingga menimbulkan kepanikan antara kedua belah pihak.
Hal ini cukup wajar menimbulkan kepanikan dikarenakan pada zaman itu fenomena yang luar biasa tersebut merupakan fenomena yang sangat langka sehingga menimbulkan ketakutan yang sangat luarbiasa yang kemudian dianggap sebagai peringatan dari ilahi dan terpaksa membuat kedua pihak berdamai.
Diketahui bahwa thales memperkirakan terjadinya gerhana mathari ini melalui pengetahuannya mengenai siklus Saros atau siklus Exeligmos.

Pendiri Sekolah Filsafat Pertama

Thales digadang – gadang adalah orang yang mendirikan sekolah khusus untuk mempelajari filsafat lebih khususnya mengenai filsafat alam.
Dimana disana banyak melahirkan banyak filsuf – filsuf alam lainnya seperti Anaximander,Anaximenes dan masih banyak lagi.
Disana mereka bekerja dan belajar bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang sama yakni mengenai sifat materi dan sifat perubahan.
Walaupun masing – masing dari mereka memiliki pemikiran – pemikiran mereka masing – masing.
Hal ini dikarenakan murid – muridnya tidak diwajibkan untuk mengikuti ajaran dari guru – guru mereka.

Karya Thales

Thales tidak pernah menulis buku,informasi mengenai dirinya didapat dari murid – muridnya,Sebagian besar diceritakan oleh Aristoteles dalam bukunya Metaphysics
 
 

Rekomendasi Video Thales