Diogenes (Apollonia) : Biografi,Pemikiran,dan Karyanya

Biografi Diogenes (Apollonia)

Diogenes dari Apollonia merupakan filsuf terakhir dari generasi Pre-Socratic.
Tidak banyak yang diketahui mengenai hidupnya.
Namun pemikiran – pemikirannya cukup mempengaruhi perkembangan intelektual diakhir abad ke 5 SM dimana pemikirannya mempengaruhi pemikiran – pemikiran Hippocratic corpus dan juga filsafat stoic mengenai doktrin Pneuma.
Filosofinya dinamai oleh Theophrastus sebagai Eclectic.
Menurut Theophrastus bahwa pemikiran Diogenes sangat dipengaruhi oleh Anaxagoras,Heraclitus dan Anaximenes.

Pemikiran Diogenes (Apollonia)

Monisme

Sebagian filsuf Pre-Socratic setelah Parmenides selalu mengadopsi pemikiran Parmenides mengenai ontologi Plural.
Sebaliknya Diogenes kembali kepada Ionia filsuf pendahulunya dengan kembali kepada Monisme.
Diogenes berpendapat bahwa apabila sifat dari berbagai jenis hal tidak berasal dari penyebab yang sama.
Maka berbagai jenis hal ini tidak akan dapat berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya,dan kita tidak akan bisa menjelaskan fenomena adanya interaksi tersebut.
Misalnya interaksi antara nutrisi dan pertumbuhan organisme hidup yang memperlihatkan berbagai hal menjadi satu sama lain.
Maka dari itu menurut Diogenes kita harus mempertahankan identitas – identitas yang mendasari suatu hal,dan pada akhirnya kita harus menyadari apa yang semula kita bedakan sebelumnya sebenarnya berasal dari satu kesatuan yang mendasari.
Ia menambahkan bahwa jelas pada tiap – tiap hal yang ada didunia ini ada untuk waktu yang terbatas.
Sedangkan hal – hal Dasar bersifat kekal yang tidak memiliki tubuh namun bukan berarti pasif namun karena kekuatan yang dimiliki hal – hal dasar ini untuk menentukan bagaimana hal – hal dapat terbentuk dan akan kembali kepadanya kembali.
Hal – hal dasar versi Diogenes ini dewasa ini dapat dianggap sebagai ‘Tuhan’.
Selain itu hal – hal dasar ini bagi Diogenes haruslah cerdas,karena tanpa kecerdasan tidak mungkin akan ada pembagian yang sedemikian rupa dalam segala sesuatu didunia ini seperti adanya musim dingin dan musim panas,siang dan malam,dan lainnya.

Teleologi

Menurut para sarjana dalam hal teleologi Diogenes diam – diam sangat dipengaruhi oleh pemikiran teleologi Xenophanes.
Sehingga kerap kali orang meragukan keaslian pemikiran Diogenes mengenai konsepsi dalam teleologi ini.
Namun sebenarnya terdapat perbedaan sedikit dimana ia berusaha menerapkan kualitas kecerdasan pada Kausa Pertama.
Menurut Diogenes melalui udara kausa pertama membagi kecerdasan yang ada,sehingga manusia dan hewan yang menghirup udara akan mendapat kecerdasan pula dikarenakan udara membawa kecerdasan dari Kausa Pertama.
Perbedaan kualitatif udara juga baginya menjelaskan perbedaan kecerdasan antar spesies dan individu.

Anatomi

Diogenes (Apollonia) : Biografi,Pemikiran,dan Karyanya
Dalam bidang anatomi,pemikirannya sangat berpengaruh.
Ia dapat menjelaskan secara rinci mengenai sistem pembuluh darah dari kepala hingga keseluruh tubuh melalui darah dan udara.
Menurutnya sensasi ini diproduksi saat udara dari luar bekerja pada udara di indra yang kemudian mencapai kepala melalui pembuluh darah.
Sehingga Kualitas udara dan pembuluh darah menentukan ketajaman persepsi indra.
Kemudian ia menambahkan bahwa udara yang dicampur dengan darah akan menghasilkan pikiran, selain itu akan menghasilkan perasaan senang secara psikologis terhadap manusia.

Karya Diogenes (Apollonia)

Fragmen – Fragmen Filosofi On Nature