Anaxagoras : Biografi,Pemikiran dan Karyanya

Anaxagoras | Biografi, Pemikiran dan Karya

Biografi Anaxagoras

Lahir di Clazomenae (Sekarang Wilayah Turki) pada tahun 500 SM dari keluarga aristokrat.
Ia diperkirakan merupakan murid dari Anaximenes.
Setelah berakhirnya perang antara Persia dan Yunani pada usianya yang ke 40 tahun ia pindah ke kota Athena dan tinggal disana hampir 30 tahun lamanya.
Disana ia menjadi tokoh yang menonjol dan berpengaruh bersama seorang negarawan bernama Pericles.
Pada tahun 460 SM Karya – karya Anaxagoras dalam filosofis mulai terkenal.
Namun pada tahun 450 SM ia terpaksa diasing dari dari kota Athena karena dituduh melawan dewa.
Ia pindah ke kota Lampsacus diwilayah utara Yunani dan menghabiskan sisa hidupnya disana hingga ia wafat pada tahun 428 SM.

Pemikiran Anaxagoras

Kosmologi Anaxagoras

Pemikiran Anaxagoras bisa dibilang cukup revolusioner apabila dibandingkan dengan filsuf – filsuf alam yang sezaman dengannya.
Tidak seperti thales atau Anaximenes yang mengatakan bahwa unsur pembentuk Alam semesta adalah dari satu unsur saja.
Sebaliknya Anaxagoras berpendapat bahwa alam semesta ini terbuat dari materi – materi yang sangat kecil yang jumlahnya tak terhingga dan tak dapat dirasakan oleh indra manusia.
Ia berpendapat bahwa materi – materi kecil inilah yang kemudian menyatu kemudian membentuk segala sesuatu yang ada di alam semesta ini,Sekalipun campuran ini tidak sepenuhnya seragam. 
Selain itu Anaxagoras berpendapat bahwa tidak hanya dalam pembentukan sesuatu,namun dalam kehancuran / pemisahan sebenarnya materi hanya bercampur dengan materi lainnya,keterbatasan indralah yang membuat sesuatu yang harus terlihat seolah – olah materi – materi kecil pembentuknya tersebut hancur atau tiada.
Bagi Anaxagoras proses percampuran materi – materi ini adalah proses yang murni mekanistik dan naturalistik dalam artian tidak perlu campur tangan dewasa atau teologi apapun.
filsafat anaxagoras,filsafat aristoteles adalah,filsuf anaxagoras,aristoteles bapak filsafat,filsafat anaximander,pemikiran anaxagoras,filsafat menurut anaximenes,filsafat masyaiyah,aristoteles filsafat manusia,filsafat aristoteles pdf,filsafat aristoteles plato socrates,filsafat aristoteles tentang tuhan,filsafat aristoteles tentang kehidupan,filsafat aristoteles tentang cinta,filsafat aristoteles tentang manusia,aristoteles tentang filsafat realisme,anaxagoras
Ia percaya bahwa perubahan nyata pada objek hanya lah sekedar pengaturan ulang unsur – unsur yang telah adalah di alam semesta yang sifatnya tidak berubah,tidak lekang oleh waktu dan tidak dapat pula dihancurkan.
Anaxagoras juga berpendapat bahwa ada bagian dari segala sesuatu dalam segala hal yang secara efektif ada dimana – mana.
Contohnya dalam daging manusia terdiri dari darah yang didalam darah tersebut memiliki sel – sel yang dapat mengungkapkan berbagai hal mulai dari DNA manusia sampai sel – sel yang dapat menunjukkan ciri fisik manusia.
Sekilas memang pemikiran Anaxagoras mengenai materi – materi ‘pembentuk’ ini mirip seperti teori atom kaum atomist.
Namun terdapat perbedaan pendapat disini,Anaxagoras berpandangan bahwa materi – materi kecil sifatnya dapat dibagi hingga tak terhingga,Baginya materi – materi ini tidak bersifat minimal.
Hal ini tentu berbeda dengan pendapat kaum atomist yang berpandangan bahwa unsur pembentuk paling kecil adalah atom yang tidak dapat dibagi lagi.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pemikirannya ini menjadi landasan awal pemikiran kaum atomist.
Terakhir Anaxagoras berpendapat bahwa dalam pembentukan ‘sesuatu’ materi – materi yang bersifat sama dan memiliki kuantitas terbanyaklah yang akan menentukan ‘benda’ apa yang akan tercipta.
Contoh apabila materi yang memiliki sifat ‘Air’ kuantitasnya lebih banyak daripada materi yang memiliki sifat ‘gula’ bercampur maka ‘benda’ yang akan tercipta adalah Air,begitu juga sebaliknya apabila materi yg memiliki sifat ‘gula’ kuantitasnya lebih banyak daripada materi yg sifatnya ‘air’ maka ‘benda’ yang akan tercipta adalah Gula.
Namun Anaxagoras tidak menampik adanya pengaruh materi yang kuantitasnya lebih kecil terhadap ‘benda’ yang tercipta,namun tentu pengaruh yang ditimbulkan tidak terlalu mencolok.

Dualisme Pikiran dan Materi

Dia berpendapat bahwa pikiran adalah satu – satunya yang tidak terikat dengan materi lainnya.
Baginya pikiran adalah yang bersifat otonom yang tidak memerlukan bahkan tidak bercampur dengan objek lainnya.
Menurutnya pikiran bertugas mengawasi dan mengendalikan segala ‘materi’ dan juga kedudukannya berlaku diatas segalanya.
Karena sifatnya yang otonom dan bebas,pikiran juga bisa muncul dalam ‘materi yakni ‘materi yang memiliki jiwa,namun pikiran tetap tidak akan bercampur dengan materi ‘materi’ tersebut.
Dengan kata lain baginya Pikiran bersifat immaterial yang memiliki kontrol terhadap objek – objek yang ada didunia dan yang mampu memahami semua objek yang ada didunia.
Bisa kita lihat bahwa agaknya terdapat dualisme dalam pemikiran Anaxagoras yakni antara Pikiran dan Materi.
Walaupun tidak seradikal pemikiran Descartes,bisa dibilang Anaxagoras adalah filsuf pertama yang membedakan antara material dan pikiran didalam suatu ‘objek’ fisik.

Persepsi

Anaxagoras berpendapat bahwa persepsi manusia tercipta saat manusia membandingkan efek/kualitas yang saling berlawanan yang ditimbulkan oleh objek terhadap indera manusia.
Contohnya kita bisa mendapatkan persepsi mengenai panas saat kita membandingkannya dengan efek/kualitas dingin yang telah kita rasakan melalui indra kita sebelumnya.
Maka dari itu bagi Anaxagoras indra tidak kita gunakan dalam memahami suatu kebenaran,karena indra sangat lemah dan mudah dipengaruhi persepsinya.
Satu – satunya manfaat yang bisa didapat dari indra bagi Anaxagoras adalah indra mampu menampilkan/menyajikan visi dari ‘sesuatu’ yang tidak tampak.

Astronomi

Dalam bidang astronomi Anaxagoras adalah orang pertama yang mengungkapkan teori gerhana bulan dan gerhana matahari.
Dia juga orang pertama yang mengungkapkan bahwa bulan terdiri dari pegunungan dan lembah – lembah pada permukaannya.
Ia juga orang pertama yang mengungkapkan bahwa bulan tidak mempunyai cahayanya sendiri melainkan berasal dari cahaya matahari.
Hal ini merupakan satu pencapaian yang sangat luar biasa,mengingat zaman itu belum ada teknologi untuk mengamati benda atau kejadian diluar angkasa.
Pemikiran – pemikirannya bidang astronomi ini kemudian menjadi landasan pemikir – pemikir setelahnya dalam menemukan pendekatan baru dibidang kosmologi seperti Plato & Aristoteles.
Sayangnya pemikiran – pemikirannya yang terbilang cukup revolusioner dibidang astronomi ini membuatnya dituduh melawan dewa – dewi Yunani.

Karya Anaxagoras

Anaxagoras menulis setidaknya satu buku filsafat, tetapi hanya fragmen dari bagian pertama ini yang bertahan dalam karya Simplicius of Cilicia.


Rekomendasi Video Anaxagoras