Pengertian Ad Fidentia Fallacy Beserta Contoh dan Antisipasinya

Apa itu Ad Fidentia Fallacy?

Ad Fidentia adalah salah satu kesalahan berpikir dimana seseorang menyerang kepercayaan diri orang lain (lawan bicaranya) sebagai pengganti argumen berpikirnya.

Bentuk Logis

Orang 1 mengklaim bahwa x benar, namun apakah orang 1 benar-benar yakin tentang klaim tersebut?
Karena itu, klaim x pasti salah.

Contoh Ad Fidentia Fallacy Beserta Penjelasannya

Contoh #1 :

Adi : Saya tadi malam bermimpi bahwa virus corona berasal dari kecoa.
Tia : Saya rasa itu kurang tepat,virus corona berasal dari salah satu spesies kelelawar yang hidup diwilayah china.
Adi : Apakah kamu seorang ahli kesehatan dibidang virus? Bagaimana kamu bisa mengatakan aku salah dan mengatakan bahwa virus itu dari kelelawar?
Tia : Saya bukan ahli dibidang tersebut,namun saya hanya mendengarnya dari siaran berita di tv tadi pagi. Mungkin kamu benar.

Penjelasan :

Adi berusaha melemahkan kepercayaan diri tia mengenai penyebab munculnya virus corona,dan membuat tia mempercayai argumennya mengenai mimpinya.

Contoh #2 :

Dea : Kamu mengklaim bahwa surga dan neraka itu ada. Apakah kamu yakin pernah melihat surga dan neraka?
Budi : Tentu saja tidak pernah,bahkan saya belum mati.
Dea : Oke,maka dari itu klaim kamu itu tidak benar adanya.

Penjelasan :

Dea mencoba menguji keyakinan dan kepercayaan diri budi mengenai adanya surga dan neraka yang notabene adalah sebuah bagian dari keyakinan supranatural dengan meminta bukti empirik (pengalaman langsung melalui indra)

Antisipasi Ad Fidentia Fallacy

Sebelum mengklaim suatu kepastian mengenai sesuatu yang belum pasti dengan menunjukan bukti yang kuat,bukan dengan menyerang kepercayaan diri orang lain yang argumennya belum tentu salah.