Salam hangat semuanya para pembaca,pada kesempatan kali ini kita akan membahas serta mempertanyakan sebuah pertanyaan yang cukup kontroversial mengenai keberadaan tuhan, yakni:


Filsafat : Apakah tuhan ada atau tidak?

Pertanyaan ini menjadi cukup kontroversial  terutama dikalangan masyarakat Indonesia yang hidup sehari – hari dengan aktifitas maupun ritual – ritual yang berhubungan erat dengan aliran kepercayaan dan agama.

Tak dapat dipungkiri banyak pula dari kita yang enggan untuk mempertanyakan hal tersebut.
Bahkan di beberapa kesempatan saat saya menanyakan pertanyaan tersebut kepada beberapa teman saya,mereka langsung langsung memasang senyum kecut dan menganggap bahwa pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang ‘bodoh’ karena mempertanyakan sesuatu yang sudah pasti ada.

Namun sayangnya saat saya menanyakan apa bukti – bukti yang dapat membuktikan bahwa tuhan itu ada,mereka kesulitan menjawab.

Saya pun prihatin terhadap mereka dan diri saya sendiri pada awalnya karena saya termasuk salah satu orang yang memeluk sebuah keyakinan agama yang tidak didasarkan atas bukti yg saya pegang.

Mungkin bisa dikatakan saya dan sebagian besar orang yang lain menjadi orang – orang yang ikut – ikutan saja atau kebetulan lahir dikeluarga yang beragama maupun lahir didalam sebuah keluarga yang tidak mempercayai adanya tuhan.

Pertanyaan ini menjadi penting,karena menurut saya pribadi pertanyaan ini dapat menentukan tujuan dan pendirian hidup seseorang,maka dari itu penting bagi kita setidaknya untuk dapat mempertimbangkan segala aspek baik rasional,empiris,dan intuisi mengenai keberadaan tuhan yang diutarakan dari berbagai aspek.

Argumen Atheis bahwa Tuhan tidak ada

Dalam membuat sebuah asumsi seseorang harus pada posisi tidak percaya pada tuhan terlebih dahulu dan harus memberikan bukti – bukti kuat yang dapat menunjukan adanya tuhan guna menarik kesimpulan ada tidaknya tuhan.
Atheis beranggapan bahwa beban untuk membuktikan bahwa tuhan itu ada atau tidak bukan terdapat pada atheis namun terdapat pada penganut theis karena mereka yang bersikeras bahwa tuhan itu ada.
Hingga saat ini bagi mereka tidak ada satupun bukti nyata yang dapat menunjukan adanya tuhan,maka dari itu tidak ada alasan untuk mempercayai bahwa tuhan itu ada.
Selain itu mayoritas atheis pendiriannya berpijak diatas sains,mereka menganggap bahwa manusia dapat membuktikan serta menjelaskan segala hal yang terdapat dialam semesta melalui sains maka dari itu keberadan tuhan tidak diperlukan lagi.
Kemudian menanggapi pernyataan segala sesuatu pasti memiliki penyebab,atheis akan pergi pada pertanyaan apa yang menyebabkan adanya tuhan? jika tuhan tidak butuh penyebab,mengapa tidak dengan alam semesta? Jika memang benar alam semesta diciptakan,mengapa harus tuhan yang menciptakannya?
Ditambah saat tuhan tidak dapat dibuktikan secara empiris membuat mereka semakin tidak percaya bahwa itu ada.
Mereka menganggap bahwa theis tidak lebih dari sekedar orang yang membutuhkan entitas untuk dijadikan bahan untuk dikambing hitamkan atas kemalasan dan ketidaktahuan manusia terhadap realita alam semesta.
Terlalu berlebihan mempercayai sesuatu itu ada bila tak ada satupun bukti konkrit yang membuktikan.
Argumen Theis Bahwa Tuhan Itu Ada
Kebalikan dari argumen diatas,theis akan menganggap beban pembuktian berada ditangan atheis,karena pada dasarnya merekalah yang merasa gagasasan tersebut tidak benar.
Daripada mempertanyakan mana bukti – bukti yang bisa membuktikan adanya tuhan,mengapa atheis tidak memberikan bukti – bukti yang membuktikan bahwa memang tuhan tidak ada.
Sangat tidak relevan dan logis membuktikan tuhan secara empiris dan rasional saja,sedangkan kita dilahirkan sekaligus dengan naluri dan intuisi.
filsafat apakah tuhan itu ada,apakah tuhan itu satu,apakah tuhan itu ada menurut islam,apakah tuhan itu ada menurut kristen,apakah tuhan itu ada quora,apakah tuhan ada quora,apakah tuhan itu jahat,apakah allah itu nama tuhan,apakah tuhan yesus itu ada,apakah allah dan tuhan itu sama
Panca indera dan rasionalitas memiliki keterbatasan dalam mengetahui dan memahami sesuatu yang belum terbayangkan,jangankan tuhan…untuk melihat,mengukur,memahami bahkan sekedar untuk mengimajinasikan luasnya alam semesta beserta bintang – bintang serta galaksi diluar galaksi bima sakti saja tidak dapat terimajinasikan.
Kita hanya dapat memahami tuhan melalui ciptaannya saja,bahwa tidak mungkin segala sesuatu muncul dari ketiadaan.
tuhan itu ada atau tidak,apakah benar tuhan itu ada,apakah tuhan itu baik,apakah tuhan itu ada,benarkah tuhan itu ada,apakah tuhan itu benar benar ada,apakah tuhan itu sama,apakah tuhan itu banyak,apakah tuhan itu ada menurut sains,filsafat apakah tuhan itu ada,apakah tuhan itu satu,apakah tuhan itu ada menurut islam,apakah tuhan itu ada menurut kristen,apakah tuhan itu ada quora,apakah tuhan ada quora,apakah tuhan itu jahat,apakah allah itu nama tuhan,apakah tuhan yesus itu ada,apakah allah dan tuhan itu sama
Dan terkait pertanyaan kalau begitu apa yang menyebabkan adanya tuhan? kita bisa membayangkan bila tuhan juga memiliki penyebab yang memunculkan dirinya,maka saat itu pula alam semesta akan memiliki masa lalu yang tidak terbatas.
Anggap saja teori bigbang itu benar dan penyebabnya adalah tuhan A,dan penyebab adanya tuhan A adalah tuhan B dan seterusnya. bisa kita bayangkan kita akan memiliki masa lalu yang tidak terbatas dan itu sangat tidak mungkin.
Alam semesta harus disebabkan oleh penyebab yang tidak memiliki sebab. dan penyebab ini haruslah ‘lebih’ dari seluruh alam semesta yg diciptakannya dan lebih dalam segala ukuran yang manusia buat bahkan bisa dibilang melampaui segala ukuran yang dibuat oleh manusia.
Theis beranggapan bahwa lebih rasional mengatakan bahwa alam semesta diciptakan dan diatur segala aturan maupun pergerakannya,dibandingkan mengatakan bahwa alam semesta dan seluruh pergerakan tersebut adalah sebuah sekedar ‘kebetulan’.
Jika kita saja belum mampu melihat,mendengar,merasa,memikirkan bahkan membayangkan bagaimana luas alam semesta yang paling besar dan bagaimana bentuknya dengan segala keterbatasan yang kita miliki,apakah layak untuk mengambil kesimpulan bahwa tuhan itu tidak ada hanya karena kita belum ‘mampu’ ? 
 
tuhan itu ada atau tidak,apakah benar tuhan itu ada,apakah tuhan itu baik,apakah tuhan itu ada,benarkah tuhan itu ada,apakah tuhan itu benar benar ada,apakah tuhan itu sama,apakah tuhan itu banyak,apakah tuhan itu ada menurut sains